Cerita di Balik Karya
Kabar terbaru, liputan kegiatan, dan kisah inspiratif dari program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan Sumatera Selatan.
Panen Produktif Berlanjut, Lapas Banyuasin Hasilkan 60 Kilogram Pakcoy Hidroponik dari Program Pembinaan Warga Binaan
Banyuasin,
24 Juli 2026 – Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali memanen sayuran hidroponik
jenis pakcoy sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan
sekaligus implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di
bidang ketahanan pangan. Kegiatan panen dilaksanakan pada Jumat (24/7) di area
hidroponik Lapas Kelas IIA Banyuasin.Panen dipimpin
langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin bersama pejabat struktural,
petugas, serta warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian.
Dari hasil budidaya tersebut, diperoleh sekitar 60 kilogram pakcoy dengan
kualitas yang baik dan siap dimanfaatkan.Program
hidroponik menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang tidak hanya
mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan
praktis kepada warga binaan di bidang pertanian modern. Hasil panen
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas serta dipasarkan kepada
masyarakat sebagai bentuk optimalisasi hasil pembinaan.Kepala Lapas
Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menegaskan bahwa keberhasilan panen
merupakan bukti nyata keberlangsungan program pembinaan yang berorientasi pada
pemberdayaan warga binaan."Program
ketahanan pangan yang kami jalankan tidak hanya menghasilkan produk pertanian
yang berkualitas, tetapi juga membentuk keterampilan, disiplin, dan kemandirian
warga binaan. Melalui pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, kami ingin
memastikan mereka memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah
masyarakat," ujar Tetra Destorie.
Melalui
pengembangan pertanian hidroponik, Lapas Kelas IIA Banyuasin terus memperkuat
komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus
mewujudkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun
masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan panen berlangsung dengan aman, tertib,
dan lancar.
Baca Selengkapnya
Produktif Tanpa Henti, Lapas Banyuasin Kembali Panen 100 Kilogram Kangkung Hidroponik
Banyuasin,
14 Juli 2026 – Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali menunjukkan komitmennya
dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui
pelaksanaan panen sayuran hidroponik hasil program pembinaan kemandirian warga
binaan. Kegiatan panen kangkung hidroponik dilaksanakan pada Selasa (14/7) di
area hidroponik Lapas Kelas IIA Banyuasin.Panen dipimpin
langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, bersama jajaran
pejabat struktural, petugas, dan warga binaan yang terlibat dalam program
pembinaan kemandirian. Dari kegiatan tersebut, berhasil dipanen sekitar 100
kilogram kangkung hidroponik dengan kualitas yang baik.Program
budidaya hidroponik merupakan bagian dari pembinaan produktif yang tidak hanya
mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan
keterampilan praktis di bidang pertanian modern sebagai bekal setelah kembali
ke masyarakat.Kepala Lapas
Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan bahwa pengembangan program
pertanian di dalam lapas merupakan bentuk nyata implementasi pembinaan yang
berorientasi pada kemandirian dan produktivitas warga binaan."Program
hidroponik ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Banyuasin terus
menghasilkan karya yang produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, warga
binaan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun
kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,"
ujar Tetra Destorie.Hasil panen
kangkung hidroponik selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
internal Lapas Kelas IIA Banyuasin serta dipasarkan kepada masyarakat sebagai
bentuk optimalisasi hasil pembinaan kemandirian. Seluruh rangkaian kegiatan
berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui program
pembinaan berbasis pertanian ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin terus berkomitmen
menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, produktif, serta memberikan manfaat
nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Baca Selengkapnya
Cetak Warga Binaan Terampil, Lapas Banyuasin Resmikan Pelatihan Pengelasan Bersama BLK Banyuasin
Banyuasin,
17 Juli 2026 – Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin menjalin kerja sama dengan UPTD
Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuasin melalui penandatanganan perjanjian kerja
sama sekaligus membuka pelatihan keterampilan pengelasan bagi 40 warga binaan,
Jumat (17/7), di Aula Lapas Kelas IIA Banyuasin.Kegiatan
yang dihadiri jajaran pejabat struktural Lapas Banyuasin, Kepala UPTD BLK
Banyuasin Musi Hardi, S.T., serta peserta pelatihan dari warga binaan ini
merupakan implementasi pembinaan kemandirian sebagaimana diamanatkan dalam
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.Rangkaian
kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan
pelaksanaan kegiatan, serta sambutan dari Kepala UPTD BLK Banyuasin yang
menekankan pentingnya penguasaan skill, knowledge, dan attitude sebagai bekal
utama dalam dunia kerja.Kepala
Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, dalam sambutannya menyampaikan bahwa
pelatihan keterampilan merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam mempersiapkan
warga binaan agar memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah kembali
ke masyarakat."Pelatihan
ini bukan sekadar kegiatan pembinaan, tetapi investasi masa depan bagi warga
binaan. Melalui kerja sama dengan BLK Banyuasin, kami ingin membekali mereka
dengan keterampilan yang bernilai, sehingga mampu hidup mandiri, produktif, dan
memperoleh penghasilan secara halal setelah bebas nanti," ujar Tetra
Destorie.
Pada
kesempatan tersebut, Kepala Lapas secara resmi membuka pelatihan pengelasan,
dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Lapas Kelas IIA Banyuasin
dan UPTD BLK Banyuasin serta penyematan tanda peserta secara simbolis kepada
perwakilan warga binaan.
Baca Selengkapnya
Green House Melon Inthanon Jadi Daya Tarik Kunjungan Silaturahmi Yonzikon 12/KJ di Lapas Banyuasin
Banyuasin,
15 Juli 2026 – Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin menerima kunjungan silaturahmi dari
jajaran Yonzikon 12/KJ Banyuasin pada Rabu (15/7) pukul 11.00 WIB di Lapas
Kelas IIA Banyuasin. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan
sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam mendukung
pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.Kunjungan
dihadiri oleh Wakil Komandan Yonzikon 12/KJ, Kapten Czi Panji Yudha, S.T. Han,
beserta anggota dan keluarga. Sementara dari Lapas Kelas IIA Banyuasin, Kepala
Lapas diwakili oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Ade Irianto,
bersama jajaran pejabat struktural.Dalam
pertemuan tersebut, kedua instansi melaksanakan silaturahmi dan berdiskusi
mengenai penguatan kerja sama serta koordinasi lintas sektor. Kegiatan kemudian
dilanjutkan dengan peninjauan program ketahanan pangan unggulan Lapas
Banyuasin, yaitu Green House Melon Inthanon. Rombongan Yonzikon 12/KJ beserta
keluarga berkesempatan melihat langsung proses budidaya sekaligus memetik buah
melon hasil pembinaan warga binaan.Mewakili
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Ka. KPLP menyampaikan bahwa kunjungan ini
menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarlembaga sekaligus
memperkenalkan hasil program pembinaan produktif yang telah dikembangkan di
Lapas Banyuasin."Sinergi
yang baik antarinstansi merupakan modal penting dalam mendukung pelaksanaan
tugas. Melalui kunjungan ini, kami berharap hubungan yang telah terjalin
semakin erat sekaligus memperkenalkan program pembinaan kemandirian melalui
Green House Melon Inthanon yang memberikan manfaat nyata bagi warga
binaan," ujarnya.
Seluruh
rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban,
sebagai wujud komitmen Lapas Kelas IIA Banyuasin dalam membangun kolaborasi
yang positif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Selengkapnya
Produktif dan Menginspirasi, Green House Melon Lapas Banyuasin Dilirik Habib Ahmad Al Habsyi
Banyuasin,
13 Juli 2026 – Di sela
rangkaian Safari Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin,
Senin (13/7), Habib Ahmad Al Habsyi meninjau langsung program ketahanan pangan
melalui Green House Melon Inthanon yang menjadi salah satu program pembinaan
kemandirian unggulan di Lapas Banyuasin.Dalam
peninjauan tersebut, Habib Ahmad Al Habsyi menyampaikan apresiasi atas
keberhasilan budidaya Melon Inthanon yang dinilai tidak hanya mampu
menghasilkan panen berkualitas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan
keterampilan bagi warga binaan. Menurutnya, program tersebut merupakan contoh
nyata pembinaan produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus
membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat setelah bebas.Melihat
hasil yang telah dicapai, Habib Ahmad Al Habsyi mengaku termotivasi untuk
mengembangkan program Green House Melon Inthanon di pondok pesantren yang
dipimpinnya. Ia menilai budidaya melon memiliki potensi besar dalam mendukung
kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para
santri.Kepala
Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyambut baik apresiasi tersebut
dan berharap program yang dikembangkan di Lapas dapat memberikan manfaat yang
lebih luas."Apresiasi
dari Habib Ahmad Al Habsyi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus
mengembangkan program pembinaan yang produktif. Kami berharap Green House Melon
Inthanon tidak hanya memberikan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga
dapat menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga, termasuk pondok pesantren, dalam
membangun kemandirian ekonomi berbasis pertanian," ujar Tetra.
Program
Green House Melon Inthanon merupakan bagian dari implementasi program ketahanan
pangan di Lapas Kelas IIA Banyuasin yang berorientasi pada pembinaan
kemandirian warga binaan. Selain menghasilkan produk pertanian berkualitas,
program ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta
mendukung terwujudnya pembinaan pemasyarakatan yang berkelanjutan.
Baca Selengkapnya
Panen Berkelanjutan! Green House Melon Inthanon Lapas Banyuasin Kembali Hasilkan Lebih dari Satu Ton
Banyuasin, 6
Juli 2026 – Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali memanen melon varietas Inthanon
hasil budidaya warga binaan di area green house pada Senin (6/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus
mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang
ketahanan pangan.Panen dilakukan
di lahan green house seluas 243 meter persegi yang ditanami sekitar 500
polibag. Dari hasil budidaya tersebut, rata-rata berat buah mencapai sekitar
2,5 kilogram dengan total produksi lebih dari 1 ton.Budidaya melon
menjadi salah satu program pembinaan unggulan Lapas Banyuasin yang memberikan
pengalaman langsung kepada warga binaan dalam menerapkan pertanian modern,
mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen. Program ini bertujuan
membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal saat kembali
ke masyarakat.Kepala Lapas
Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan bahwa keberhasilan panen ini
merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran dan warga binaan dalam mengembangkan
program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan."Hasil
panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas Banyuasin mampu
menghasilkan karya yang produktif dan bernilai manfaat. Melalui Green House
Melon Inthanon, kami tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga
membentuk keterampilan, kemandirian, dan mental kerja warga binaan sebagai
bekal saat kembali ke masyarakat," Ujarnya.
Melalui program
ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang
terukur, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya
manusia, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Selengkapnya
Kunjungan PT MIP bersama YABN dalam rangka Monitoring Kegiatan Pembinaan Kemandirian melalui Program CSR Roasting Kopi Pasla di Lapas Kelas IIA Lahat
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat menerima kunjungan dari PT MIP bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri dalam rangka monitoring pelaksanaan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan CSR Roasting Kopi Pasla, Selasa (05/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi sekaligus penguatan program pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Lapas Kelas IIA Lahat beserta jajaran, pejabat struktural Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), serta tim dari PT MIP bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN). Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung terhadap proses pembinaan kemandirian melalui program roasting kopi yang selama ini berjalan di lingkungan lapas. Program tersebut merupakan salah satu bentuk pemberdayaan warga binaan dalam pengembangan keterampilan kerja di bidang pengolahan kopi, yang dinilai memiliki peluang ekonomi dan potensi usaha yang menjanjikan. Selain monitoring, kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama petugas dan pendamping program terkait perkembangan pelaksanaan kegiatan, tantangan di lapangan, hingga peluang pengembangan program ke depan. Diharapkan program pembinaan ini tidak hanya menjadi kegiatan jangka pendek, tetapi mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga binaan sebagai bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat. Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Reza Meidiansyah Purnama, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh PT MIP dan YABN dalam mendukung program pembinaan kemandirian tersebut. “Program roasting kopi ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang kami dorong agar memiliki nilai ekonomis dan berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PT MIP dan YABN dalam mendampingi program ini, sehingga warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal di masa depan,” ujarnya. Sementara itu, Achmad Iskandar Dinata selaku staf koordinator kegiatan Roasting Kopi Pasla sekaligus Owner Kopi Nyawe Lahat turut menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terjalin. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT MIP dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) atas dukungan dan komitmennya dalam mendampingi program Roasting Kopi Pasla di Lapas Kelas IIA Lahat. Program ini bukan hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka harapan dan kesempatan baru bagi warga binaan untuk memiliki bekal usaha setelah bebas nanti. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga mampu menciptakan program pembinaan yang produktif, mandiri, dan berdampak positif secara berkelanjutan,” ungkap Achmad Iskandar Dinata.
Baca Selengkapnya
LAPAS EMPAT LAWANG SIAPKAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN HIDROPONIK
Empat Lawang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Empat Lawang melaksanakan kegiatan persiapan lahan dan perawatan lanjutan dalam rangka persiapan penanaman hidroponik pada Sabtu (16/05/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan secara produktif di lingkungan Lapas.Kegiatan persiapan lahan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Indratno, bersama peserta magang dan warga binaan. Kegiatan dilakukan melalui penataan area serta perawatan sarana yang akan digunakan untuk mendukung program penanaman hidroponik sebagai bagian dari pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan Lapas.Selain sebagai bentuk pemanfaatan lahan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan program pembinaan yang berkelanjutan. Dengan adanya persiapan yang dilakukan secara bertahap, program hidroponik diharapkan dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat positif.Lapas Kelas IIB Empat Lawang berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program berbasis pemanfaatan lahan dan ketahanan pangan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat.
Baca Selengkapnya
Panen Ketiga Berbuah Manis, Lapas Banyuasin Kembali Hasilkan 2,5 Ton Melon Inthanon
Banyuasin,
19 Mei 2026 – Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali memanen melon varietas
Inthanon hasil budidaya warga binaan di area green house lapas, Selasa (19/5).
Kegiatan ini merupakan panen ketiga yang dilaksanakan sebagai bagian dari
program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung pelaksanaan ketahanan pangan
di lingkungan pemasyarakatan.Panen dilakukan
pada lahan green house seluas 10 x 46 meter yang ditanami sebanyak 1.012
polibag. Dari hasil budidaya tersebut, rata-rata berat buah mencapai sekitar
2,5 kilogram dengan total produksi kurang lebih 2,5 ton.Kepala Lapas
Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan hasil panen kali ini
menunjukkan peningkatan kualitas dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya,
capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi pembinaan, perawatan tanaman,
serta keterlibatan aktif warga binaan dalam seluruh proses budidaya.“Peningkatan
hasil panen ini menunjukkan bahwa pembinaan keterampilan yang diberikan
berjalan efektif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi
sarana bagi warga binaan untuk memperoleh kemampuan yang bermanfaat setelah
selesai menjalani masa pidana,” ujar Tetra.Ia menambahkan,
pengembangan budidaya melon menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang
diarahkan untuk membangun kemandirian warga binaan melalui praktik pertanian
modern.Program
tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memberikan
pengalaman langsung kepada warga binaan dalam pengelolaan pertanian, mulai dari
proses penanaman, perawatan, hingga panen.
Melalui
kegiatan ini, Lapas Banyuasin terus mendorong terciptanya pembinaan yang
terukur dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan
agar memiliki keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.
Baca Selengkapnya
Audiensi Dalam Rangka Penunjukan Lokasi atau Tempat Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial
Bapas Palembang Kemenimipas Sumsel:Kasubsi Bimker Klien Anak, Eka Tindyka Herni bersama Kasubsi Bimker Klien Dewasa, Nur Kamaliah dan Pembimbing Kemasyarakatan ahli Muda, Iskandar melaksanakan kegiatan audiensi dan koordinasi ke Bengkel HMS (Hendri Motor Sport) yang berlokasi di Jl. Tanah Merah Siring Agung pada Rabu (20/05). Kunjungan ini berfokus pada pembahasan kerja sama terkait penunjukan lokasi atau tempat pelaksanaan Pidana Kerja Sosial bagi Klien Pemasyarakatan.Melalui penjajakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sektor usaha bengkel, Bapas Kelas I Palembang berupaya menyediakan wadah pembinaan yang aplikatif, dimana klien tidak hanya menjalankan putusan pengadilan tetapi juga dibekali dengan keterampilan teknis otomotif yang produktif. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat mengoptimalkan implementasi keadilan restoratif, sekaligus membantu mempermudah proses reintegrasi sosial saat klien kembali ke tengah masyarakat kelak.
Baca Selengkapnya
Budidaya Ayam Petelur Lapas Kelas 1 Palembang
Dalam upaya meningkatkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang terus mengembangkan program pembinaan produktif melalui budidaya ayam petelur. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan memberikan keterampilan kerja, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.Kegiatan budidaya ayam petelur dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan warga binaan dalam seluruh proses pemeliharaan. Mulai dari membersihkan kandang, pemberian pakan, pengecekan kesehatan ayam, hingga proses pengambilan dan pengelolaan hasil panen telur dilakukan secara rutin setiap hari. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dibina untuk menerapkan kedisiplinan, kerja sama, dan etos kerja yang baik dalam menjalankan aktivitas produktif.Dari hasil budidaya yang dijalankan, program ini mampu menghasilkan panen telur sekitar 130 butir setiap harinya. Hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pembinaan di dalam lapas dapat berjalan secara produktif dan memberikan manfaat nyata. Selain mendukung kegiatan pembinaan kemandirian, hasil produksi telur juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan di lingkungan lapas serta memiliki nilai ekonomis yang positif.
Melalui program budidaya ayam petelur ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat.
Baca Selengkapnya
Karya di Balik Tembok Lapas, Warga Binaan Produksi Paving Block Berkualitas
Karya di Balik Tembok Lapas, Warga Binaan Produksi Paving Block BerkualitasKayu Agung – Dalam rangka mendukung program pembinaan kemandirian, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kayu Agung melaksanakan kegiatan kerja pembuatan paving block sebagai bagian dari pembinaan keterampilan dan pemberdayaan. Kegiatan ini dilaksanakan di area Kegiatan kerja lapas dengan pengawasan petugas serta pendampingan teknis.Proses pembuatan paving block dilakukan mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga tahap pengeringan. Warga binaan dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Kayu Agung menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang produktif dan berorientasi pada pemberdayaan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat, sehingga mampu mandiri dan berkontribusi secara positif di lingkungan sosialnya.
Baca Selengkapnya
Barang Sederhana disulap menjadi kreativitas, pembuatan kerajinan dari Pipe Cleaner
Palembang — Barang sederhana disulap menjadi karya kreatif
oleh anak-anak binaan dalam kegiatan pembuatan kerajinan tangan dari pipe
cleaner yang digelar di Selasar LPKA Palembang, Senin (18/05). Kegiatan ini
dipandu oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang
sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dan pembinaan kreativitas
anak.Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam tersebut mengajak
anak-anak binaan belajar menganyam, membentuk karakter hewan, bunga, dan
aksesori sederhana menggunakan pipe cleaner — bahan lentur dan berwarna
yang mudah dibentuk. Alat dan bahan disediakan oleh tim mahasiswa, sementara
metode pembelajaran menekankan praktik langsung dan kreativitas bebas.“Kegiatan ini bertujuan menstimulasi imajinasi dan
keterampilan motorik halus anak-anak. Dari bahan sederhana mereka bisa belajar
merancang, mencoba, dan merasa bangga ketika karya mereka jadi,” kata Kasi Pembinaan,
Ibrahim Lakoni, yang hadir sebagai pengawas kegiatan.Salah seorang mahasiswa pembimbing dari UIN Raden Fatah
Palembang, Fandi, menjelaskan bahwa program ini juga menjadi wadah bagi
mahasiswa untuk menerapkan teori pembelajaran kreatif dan pengabdian
masyarakat. “Kami membimbing langkah demi langkah, memberi contoh model, lalu
mendorong anak agar berkreasi sesuai ide mereka sendiri. Selain kerajinan,
kegiatan ini mengajarkan kerja sama dan rasa percaya diri,” ujarnya.Anak-anak binaan terlihat antusias dan bangga memamerkan
hasil karya mereka. “Saya membuat kupu-kupu dan bunga. Seru, saya mau buat lagi
di rumah,” kata salah satu anak binaan, Farel (18), sambil tersenyum memegang
kerajinan warna-warni.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar untuk
terus mengembangkan potensi anak dan mempererat kerja sama antara lembaga
pendidikan tinggi dan lembaga pembinaan anak. Program ini dinilai efektif
sebagai bentuk pendidikan nonformal yang menyenangkan sekaligus memberdayakan
kreativitas dari bahan yang mudah didapat.
Baca Selengkapnya
Rutan Prabumulih Tanam Pakcoy Hidroponik, Dukung Program Ketahanan Pangan
Prabumulih – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pelaksanaan penanaman tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik, Senin (4/5).Kegiatan yang dilaksanakan di Zona Ketahanan Pangan Rutan Prabumulih ini berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan jajaran petugas serta dukungan dari pihak penyuluh pertanian.Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Sandy Wiguna, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Ia didampingi oleh Kepala SubSeksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Peltah), Iin Valentino, beserta staf.Turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator Penyuluh Pertanian (BPP) Prabumulih Timur, Zainul Kurniadi, yang memberikan arahan teknis terkait metode penanaman hidroponik, khususnya pada budidaya tanaman pakcoy agar menghasilkan produksi yang optimal.Rangkaian kegiatan dimulai dari persiapan media tanam, penanaman bibit pakcoy, hingga penyampaian materi teknis mengenai perawatan tanaman hidroponik. Seluruh proses berjalan dengan tertib dan lancar.Program ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Selain sebagai bentuk pembinaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan.Ke depan, pihak Rutan Prabumulih akan melakukan perawatan dan pemantauan secara berkala terhadap tanaman pakcoy yang telah ditanam guna memastikan pertumbuhan yang optimal dan keberhasilan program.
Melalui kegiatan ini, Rutan Prabumulih tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Selengkapnya
LAHAN TERBATAS DAN SUDAH DIBETON, MEMANG BISA PRODUKTIF?
MUSI RAWAS UTARA-Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Surulangun Rawas terus berinovasi dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan terbatas yang tersedia di lingkungan lapas. Meski kondisi lahan sebagian besar telah dibeton dan memiliki keterbatasan ruang tanam konvensional, hal tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran lapas untuk mengubah area yang ada menjadi lahan pertanian produktif melalui penerapan sistem raised bed.
Pemanfaatan metode raised bed atau bedengan tanam yang dibuat di atas permukaan lahan beton menjadi solusi efektif dalam mengatasi keterbatasan ruang sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan penataan yang rapi dan terencana, area yang sebelumnya kurang optimal kini disulap menjadi kebun produktif untuk budidaya berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, sawi, kangkung, bayam, dan terong. Sistem ini memungkinkan media tanam tetap subur, memiliki drainase yang baik, serta lebih mudah dalam perawatan dan pengelolaan.
Program ini tidak hanya berfokus pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembinaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan di bidang pertanian modern. Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan raised bed, penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga mereka memperoleh pengalaman dan pengetahuan praktis yang dapat menjadi bekal berharga setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Surulangun Rawas menyampaikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk tetap produktif, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi. Melalui pemanfaatan lahan beton dengan sistem raised bed, Lapas Surulangun Rawas berhasil menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan edukatif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Langkah inovatif ini menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat perubahan, pemanfaatan teknologi sederhana, dan kerja sama yang baik, lahan terbatas sekalipun dapat diubah menjadi sumber manfaat besar. Lapas Surulangun Rawas terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berdampak positif, produktif, dan berkelanjutan bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.
Baca Selengkapnya
Menjelang Libur, LPKA Palembang Panen Raya Umbi-umbian dan Sayuran
Palembang - Menjelang libur panjang, Lembaga Pembinaan Khusus Anak
(LPKA) Kelas I Palembang memanen hasil kebun umbi-umbian dan sayuran yang
dibudidayakan oleh warga binaan. Kegiatan panen berlangsung di lahan sekitar
rumah dinas dan area brandgang, Rabu (13/5), dan menjadi bagian dari program
pembinaan kemandirian.Kepala LPKA Palembang, Edwar Hadi, menjelaskan bahwa program
pertanian bertujuan memberikan keterampilan hidup bagi anak binaan serta
mendukung ketahanan pangan internal lembaga. “Kami menanam singkong, ubi jalar,
dan kangkung. Panen kali ini cukup melimpah dan akan dimanfaatkan untuk
kebutuhan makan sehari-hari selama masa libur,” ujarnya.Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi, Hardiman,
menambahkan bahwa kegiatan ini juga mengajarkan tanggung jawab, kerja sama tim,
dan manajemen hasil. Para anak binaan terlibat sejak persiapan lahan,
penanaman, perawatan, hingga panen. Beberapa hasil panen dijual di kantin
internal untuk menambah kas kegiatan pembinaan.Salah seorang Anak Binaan, Rian (17), mengaku bangga bisa
berkontribusi. “Saya belajar menanam dan merawat tanaman. Saat panen, rasanya
senang melihat hasil kerja keras kami,” katanya.Menjelang libur, panen ini diharapkan memastikan
ketersediaan pangan bagi warga binaan dan sekaligus menunjukkan hasil nyata
dari program pembinaan kemandirian.Ke depan, pihak LPKA berencana memperluas areal tanam serta
mengembangkan sistem pertanian organik dan hortikultura terpadu. Dukungan
masyarakat dan lembaga swadaya membantu penyuluhan dan pemasaran hasil,
sehingga program tersebut tidak hanya sebagai kegiatan pengisi waktu luang
tetapi juga potensi ekonomi yang berkelanjutan bagi reintegrasi sosial anak
binaan. Panen ini juga meningkatkan semangat dan keterampilan hidup mereka.
Baca Selengkapnya
Ini Bazar Produk Warga Binaan Rutan kelas I Palembang
Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan menggelar bazar produk warga binaan Rutan Kelas I Palembang Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini menampilkan beragam hasil karya unggulan dari warga binaan UPT Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM serta penguatan program ketahanan pangan.
Bazar secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno.
Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi warga binaan yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis dan berdaya saing. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menegaskan bahwa kegiatan bazar ini merupakan sarana strategis dalam menumbuhkan kemandirian warga binaan. Melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga dipersiapkan secara mental untuk kembali ke tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif.
Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya stan bazar yang menawarkan berbagai produk, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hingga inovasi pengelolaan limbah seperti budidaya maggot.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi hasil karya warga binaan, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi stigma negatif serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Dengan semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam menciptakan sistem pembinaan yang humanis, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Baca Selengkapnya
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Serahkan Bantuan Gerobak UMKM untuk Eks Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang
Palembang, 13 April 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, memberikan bantuan berupa gerobak UMKM kepada salah satu mantan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang.Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan dukungan Pemasyarakatan terhadap proses reintegrasi sosial bagi eks warga binaan, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi pasca menjalani masa pidana.Dalam kesempatan tersebut, Erwedi Supriyatno menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para mantan warga binaan untuk terus berusaha, mandiri, dan produktif di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan selama di dalam lapas, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan setelah bebas.Sementara itu, Desi Andriyani menambahkan bahwa bantuan gerobak UMKM ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, sekaligus wujud dukungan agar eks warga binaan mampu membuka usaha dan meningkatkan taraf hidupnya.Penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya sebagai langkah awal dalam membangun usaha mandiri.Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dapat semakin memperkuat peran Pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat serta berdaya secara ekonomi.
Baca Selengkapnya
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Serahkan Bantuan Gerobak UMKM kepada Keluarga Warga Binaan Jelang HBP ke-62
Palembang, 21 April 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan (Kanwil Ditjenpas Sumsel), Erwedi Supriyatno, bersama Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang, M. Rolan, menyerahkan bantuan berupa gerobak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kepada salah satu istri warga binaan Rutan Kelas I Palembang.Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan nyata jajaran pemasyarakatan terhadap keluarga warga binaan, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. Bantuan gerobak UMKM diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memulai atau mengembangkan usaha, sehingga mampu membantu perekonomian keluarga.Dalam kesempatan tersebut, Erwedi Supriyatno menyampaikan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan perhatian kepada keluarga mereka. Menurutnya, dukungan kepada keluarga warga binaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat memberikan semangat dan peluang bagi keluarga warga binaan untuk tetap produktif dan mandiri secara ekonomi,” ujar Erwedi.Senada dengan itu, M. Rolan menambahkan bahwa Rutan Kelas I Palembang terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang berdampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarganya.Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang mengusung semangat kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat luas.
Baca Selengkapnya
Produk Kreatif Warga Binaan di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Sumsel Dipamerkan, Bazar HBP ke-62 Disambut Antusias
Palembang, 10 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan (Kanwil Ditjenpas Sumsel) menyelenggarakan Bazar Produk Karya Warga Binaan yang berlangsung di Halaman Rutan Kelas I Palembang.Kegiatan bazar ini menampilkan berbagai hasil karya warga binaan pemasyarakatan, mulai dari produk makanan, pakaian, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai kreativitas dan daya jual. Sebanyak enam stand pameran turut meramaikan kegiatan tersebut, yakni stand Kanwil Ditjenpas Sumsel sebagai tempat penitipan produk dari UPT Pemasyarakatan di luar Kota Palembang, serta stand dari Lapas Kelas I Palembang, Rutan Kelas I Palembang, LPP Kelas IIA Palembang, Lapas Kelas IIA Banyuasin, dan Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin.Bazar ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan hasil pembinaan kemandirian yang telah mereka jalani, sekaligus sebagai upaya mendukung pemberdayaan dan peningkatan keterampilan agar dapat bermanfaat saat kembali ke masyarakat.Kegiatan ini juga mendapat antusiasme dari berbagai pihak, di antaranya anggota Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS), anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sumsel, serta keluarga warga binaan yang turut hadir sebagai pengunjung.Melalui kegiatan bazar ini, diharapkan masyarakat dapat melihat secara langsung hasil pembinaan yang dilakukan di dalam lembaga pemasyarakatan, serta memberikan dukungan terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pembinaan yang humanis dan produktif dalam sistem pemasyarakatan.
Baca Selengkapnya